Membuat eco enzyme itu mudah, tetapi ada beberapa hal kecil yang kalau keliru bisa membuat satu wadah penuh jadi gagal. Berikut lima kesalahan yang paling sering kami temui.
1. Memakai wadah kaca atau botol bermulut sempit
Fermentasi menghasilkan gas. Wadah kaca rentan pecah, sedangkan botol bermulut sempit rentan meledak karena gas sulit keluar dan bahan sulit dikeluarkan.
Yang benar: wadah plastik bertutup dengan mulut lebar — ember cat bekas, jerigen, atau tong plastik.
2. Mengisi air terlalu penuh
Kalau wadah diisi penuh, gas tidak punya ruang.
Yang benar: air maksimal 60% dari isi wadah. Sisa 40% dibiarkan kosong. Untuk wadah 20 liter, artinya air 12 liter saja.
3. Memakai gula pasir putih
Gula pasir sudah kehilangan banyak senyawa alami yang dibutuhkan mikroba.
Yang benar: gula merah (tebu, aren, kelapa, lontar) atau molase alias tetes tebu. Molase biasanya paling murah dan menghasilkan larutan paling pekat.
4. Memasukkan bahan yang berlemak atau sudah dimasak
Daging alpukat, durian, dan kelapa mengandung lemak yang membuat larutan mudah berbau busuk. Bahan yang sudah dimasak, kering, keras, busuk, berjamur, atau berulat juga sebaiknya tidak dipakai.
Yang benar: sisa buah dan sayur yang masih mentah — kulit buah, potongan sayur, buah memar, buah afkir.
5. Sering membuka tutup wadah
Ini yang paling sering terjadi karena penasaran. Padahal setelah hari ke-30, wadah sebaiknya tidak dibuka sama sekali sampai waktu panen.
Yang benar: buka hanya di bulan pertama untuk membuang gas, aduk sekali di minggu ke-1, periksa di minggu ke-3, lalu biarkan sampai hari ke-90.
Kalau larutan Anda terlanjur bermasalah — berbau seperti got, muncul belatung, atau tumbuh jamur hitam — jangan langsung dibuang. Sebagian besar masih bisa diperbaiki. Lihat bagian "Larutan saya kenapa ya?" di halaman Cara Membuat.
